Kagen…
Kangen lagi…
Kangen datang menghinggapi tuk kesekian kali…
( hati setengah berbisik )

Terdiam sesaat memastikan bahwa memang itu sebuah rasa yang tertinggal yang hingga saat ini masih menyelubungi diri.
“apa benar kau masih punya rasa itu padanya?” Sebuah pertanyaan tiba-tiba berkelebat muncul mendeteksi kebenarnya.
“ya… bisa jadi “ Jawabnya tak yakin.
“masih pantaskah untuk kau rindui !?“ Tanyanya sekeder mengingatkan akan keangkuan yang telah membuatnya merasa tak diakui sebagai yang terindah.
Tanpa disadari hembusan angin keluar dari rongga mulutnya seakan-akan itu adalah pengusir sesuatu yang berat dari dalam dada.
“aku tau hatimu masih menyisahkan rasa sayang untuknya, tapi setidaknya berfikirlah akan tentangnya terhadapmu?” Kembali ia mencoba membisikan nasehat sebagai bentuk peringatan agar tak hanyut oleh perasaan.
“lihatlah.. menengoklah sekali lagi apa yg sudah dilakukan untukmu selama ini!?”
Dia hanya diam tanpa ada keinginan untuk menjawab senyumnya terasa berat,bayangan yang sejak tadi memandangnya perlahan-lahan menjauh seiring berlalunya Dia dari depan cermin .Sayup-sayup terdengar alunan kata yang penuh makna.
Getar itu higga kini masih menjelma
Makin terasa dan nyata adanya
Sampai detik ini tak ada yang mampu mengantikanmu
Meski seribu sapa menghampiri
Karena hati ini masih begitu setia mencintaimu
Dan rindu yang kurasa masih tetap untukmu
Untukmu…
Untukmu..
Hanya untukmu..!!