Jiwa yang gelisah
Merona mengelayut seribu bahasa
Meski memekik meronta dalam dada
Kau tetap pancarkan ketenangan dalam raga
Hujaman menyusul dari segala arah
Hati ini teriris
Hati ini terluka
Keadilan tak lagi membela
Hanya kecewa yang mengiringi langkah
Pedas
Menusuk
Relung-relungku yang kini pasrah
Kata tiada lagi menolong
Tetesan air matapun tak lagi berarti
Hanya pasrah atas kejadian
Pada Illahi yang menentukan
Petapa banyak orang yang tak bersalah dianggap salah,yang salah jadi benar adanya , yang benar jadi salah adanya, tapi.. perlu diingat seadil adilnya hukum manusia lebih adil hukum Allah ,sebuah kejadian yg telah aku liat membuatku terinspirasi untuk membuat puisi ini
Advertisement
Comments